Pages

31 Maret 2011

Sense.

Hanya sebuah pengakuan dari kacamata saya sebagai perempuan. Murni.
Saya hanya perempuan, yang kadang sadar dan tidak berpikir menggunakan otak kiri seperti yang di gunakan lelaki, Tapi tetap, sisi keperempuan ini, akan selalu menjabarkan dengan hati.

Jadi, ada beberapa pendapat yang kadang mentah mentah saya tolak, karena otak dan hati saya tidak setuju.
Tak perlu menggunakan contoh, jika memang ceritanya selalu mentok di agama dan budaya.

Saya, punya sedikit pengetahuan yang mengalir dalam darah, yang memberi tahu saya, bahwa saya itu adalah "begini" ataupun "begitu".

Dan tiba tiba jika saya di pertemukan dengan suatu yang berbeda dengan RH darah saya, otomatis itu akan menolak, mentah mentah.

Tapi manusia selalu punya judul dan cara.
Saya, yang hanya dengan menarik nafas dalam dalam saja.
Bisa membuang rasa benci pada penilaian penilaian yang tidak saya terima secara mutlak.
Saya, membuka pembatas pikiran, karena saya tahu, manusia yang lain juga bisa demikian, memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk jadi orang lain, agar pendapat ini tidak melulu benar dan tak terbantahkan.
Memberi ruang tanpa batas pada pikiran. Dan itu sungguh membebaskan.
:)
Ini hanya semacam penerimaan keberagaman dalam diri, agar bisa menerima pendapat orang lain, tanpa sakit hati.

:))

0 comments: