Pages

14 Maret 2014

Pray for Us..

Hampir setahun yang lalu, ketika festival danau Toba berakhir, saya dan beberapa sahabat mendapat kabar bahwa Gunung Sinabung kembali aktif, ketika itu saya, pacar, dan team dari aeki sedang menikmati danau Tabo di kapal Feri menuju Parapat. Bersama teman wartawan yang selama seminggu penuh ikut dalam meliput acara festival tersebut. Dari merekalah info itu kami dapat, karena sebagian dari mereka akan meliput kesana.

Entahlah, saat itu, saya hanya bisa menikmati syukur atas Toba yang menjadi induk Gunung Sinabung. Syukur yang takut betapa setitiknya ternyata manusia ini. Saat itu juga, saya sudah bercerita banyak saat itu, bahwa dalam waktu yang berdekatan, gunung gunung di Indonesia juga akan terbangun.

Beberapa bulan berlalu setelahnya, Sinabung belum juga sembuh, dari abunya menyentuh Medan, dan terparahnya saat semburan awan panasnya memakan korban, setelah presiden menggunjungi masyarakat disana. Saya tidak sanggup dengan kenyataan ini. Dan mengutuk sekali yang tega mengirim foto para korban ke sosial media. Demi langit dan Bumi. Saya membenci diri saya karena saya juga manusia.

Saat itu saya berhenti menonton televisi karena mereka berlebihan, kembali saudara yang di Jogya merasakan hal yang sama. Indonesia bangkit. Saya benci isu politik di gabung disini, mereka bilang karena sebentar lagi PEMILU. Sampai kapan prasangka hilang? Ah, saya sadar itu tidak mungkin.

Lalu, penghujung bulan 2 saya meninggalkan Sumatera Utara, dan Ikut suami ke Riau, kali pertama tiba disini, saya sudah disambut dengan kabut. Ya saya pikir wajar karena disini musimnya lagi kemarau, dan ternyata berkepanjangan hingga saat ini. Setiap pagi berasa subuh berembun, dan menjadi tidak wajar karena udaranya benar benar sudah tercemar saya tidak sanggup lagi mendapati titik titik keserakahan yang di bakar untuk kepentingan pribadi. 
\
Masker saja tidak cukup melindungi. Semoga kita tabah.
Semoga Bangsa Ini Kuat.
Saya masih bercerita di Sumatera.
Apa kabar di Jawa Sana?
Kami juga Indonesia.

04 Maret 2014

Selamat Ulang Tahun

Hai suami...
Selamat merayakan hidup kembali, genap seminggu pernikahan kita, lalu anak tangga menuju hari lahirmu, sepertinya tua akan tiba dengan tidak terasa.
Sebagaimana pertanyaan kita beberapa malam lalu, " apa rasanya jadi istri?" dan sebaliknya "apa rasanya jadi suami?"
Dan jawaban kita adalah selalu tertawa. Apakah itu pertanda baik, SEMOGA.
Menyadari bahwa akulah orang yang pertama dibangun tidurmu dan sebelum tidurmu, membuatku bernafas panjang, betapa setiap harinya kita membangun kastil kita dengan kasih sayang yang selalu mengalir seperti semesta ingini.
Apapun mimpi kita yang masih putus putus, percayalah, sebentar lagi akan ada muara besar untuk semua itu.
Menampungnya, lalu membagikannya kembali kepadaNya.

Ah... aku menjadi rindu kembali, rindu atas usaha usaha kita untuk menjadi satu.
Rindu 10 tahun yang lalu kali pertama Tuhan memperlihatkan keberadaan kita.
Rindu kepada perjalanan yang kita buat.
Untuk kehidupan berikutnya, berikutnya, berikutnya dan lagi.

:*
dengan cinta yang MEGA
istrimu...