Pages

31 Juli 2011

Selamat Pagi

Selamat pagi akhir bulan. :)
Sekarang subuhnya hari terakhir di bulan juli.
Saya sedang berada di Medan.
Kehabisan bus terakhir di tempat kerja, memutuskan untuk ke sini saja.
Ceritanya saya mabuk darat lagi loh. :D
Awalnya seh jelas, gara gara mabuk rindu duluan.
Nyusul lah mabuk daratnya.
Fisik sama mental saya memang lagi gak kompok. Sepertinya mereka sedang berdebat panjang di tubuh saya.
Sudahlah, yang penting kesepakannya tidak membuat jatuh sakit lagi.
Itu parah jendral.
:'(
Hampir 2 minggu kemaren saya sakitnya gak ketulungan.
Gak bisa manja manja sama kekasih pula.
huh..
Dan mumpung hari ini jaringannya lumayan bagus.
Saya pun berniat nge blog. : #inipenting :D


Tapi gak pernah bohong kalau masalah yang di atas. Maksudnya, saya kangen orangnya. :D

Udah ah, mesti buru buru ke tempat tidur lagi biar gak nangis. Bisa bisa saya di marah lagi sama dia. :')

28 Juli 2011

warna

Yang kumiliki terbatas, tapi yang tidak kumiliki tidak terbatas.
Ah tidak, untuk kalimat ini,harus ku ganti.
Yang kumiliki tidak terbatas, yang tidak kumiliki terbatas.
Lega.
Baru saja aku merapikan semua yang ada di hatiku.
Kusut kusut yang tak beraturan, sudah seharusnya di gunting jika tak mampu lagi terpintal indah.
Tapi bagaimana pun juga.
Energi hanya tertuju padanya, yang mejadi semesta gravitasiku.
yang kadang menarik sesuka waktu, kekuatan, hingga membuatnya kembali kusut.
Tentu paham apa akibatnya kehilangan gaya itu, aku seperti tak berpegangan.
hari ini, aku harus membenahi dimensiku, aku ingin bisa seimbang tanpa tergantung, walau aku tidak yakin aku bisa.
Aku mencoba mencicil pola warna hidupku.
Merajut emosi, fisik, mental,menjadi searah.
Aku sungguh tak mau terluka.
Cukup.

15 Juli 2011

Rindu

Adakah aku perempuan yang pandai berkisah tentang rindu.
Atau mahir melagukan mantra mantra rindu.
Tak pahamkah mata tentang kedipan, berarti tanda, bahwa kelopak merindu bola mata.
Bisa permisikah, untuk memberi selang pada nyawa, agar rindu tak tampak menyakitkan, tak serupa menyiksa.
BAgaimana bisa rindu itu bersinar kuat menyilaukan hati, hingga menggetarkan isi dada.
rindu itu seperti tidak mengenal aku untuk mengerti, karena kamu yang dia mau.
UTUH.

10 Juli 2011

Selamat Datang

Sebelum auranya ini berganti menjadi kenangan tersimpan. baik aku menulis saja.
Biar terpendam.
Kelak tidak hanya mengingat. Banyak teman akan selalu menciptakan banyak karya untuk diri.
Sebelum pagi ini, ada malam yang menjadi penentu satu perjalan baru.
 Yang mungkin tidaklah sengaja. Berkumpul untuk satu catatan.
Catatan panjang yang mungkin tiada matinya.
Hanya begitulah yang mampu terucap.
Semacam kata "selamat datang" , tentu perlu perayaan.
Terimakasih banyak hari ini kepada teman, yang akan ikut menghidupi catatan panjang kita.
Wirda, Dara, Lora, Vini, Tom. Dan abang yang satu lagi, siapa?
(Tulisan yang teramat serius, tapi selalu absurt) :)

Re Post ( Kompor 12 Sumbu.)

Seberapa banyak kita berkisah padanya.
Seberapa banyak dia menyaksikan, betapa kamu cukup gigih untuk bisa memberi yang paling hebat untukku di hadapnya.
Hanya kompor lusuh, bersumbu 12 dan sudah sering mogok akibat sumbunya sudah lenyap.
Bagaimana kompor, bisa membuatku hampir menangis.
Dia seperti berteriak padaku,
“hei, lelakimu baik sekali.. Seharusnya kau tidak boleh mengijinkannya di dekatmu saat di sini”.
Iya aku tahu, sehari hari dia lelakiku tidak kubiarkan sedikit tenang.
Aku selalu ingin di temani apalagi saat memasak.
Entah, beruntung macam apa ini.
Dia selalu bersedia.
Kemarin, kompor 12 sumbu ini, sedang baik, tidak seperti hari sebelumnya. Makanan andalan kami berhasil.
Tidak gosong, dan isinya tidak menghilang.
:)
Entahlah. kompor menjadi salah satu komunikasi searah bahkan tidak dalam kisah ini.
Tadi siang, aku berjanji membuatkanmu cerita pendek.
Tapi aku urung niat itu, aku lebih memilih menulisimu lagi.
Apalagi akan memberi judul yang sama dengan catatan ini.
:)
Aku lupa idenya sayang. Karena kopi buatanmu terlalu membutakan.
:)
Ini saja. Seadanya.
Yang memikirkanmu, detik demi detik.

Re Post ( Untuk lelakiku. )

Aku mendapati kita sedang berbunga.
Adakah susunan sajak yang mampu kutorehkan lagi, sementara hari hari kita penuh keindahan melebihi kata kata itu.
Aku jadi yakin, kata kata terlalu cemburu pada rasa kita, sampai aku tidak menemukan satu katapun untuk mewakili rasa ini.
Terimakasih untuk menjadi satu.
Aku takut, membuat bukan cuma kata saja yang cemburu, tetapi juga udara, bahkan, mata mata yang mengintip.
 :)
Yang pasti. Kita sudah berpijak di bumi kita. Bumi ke Dua.
Kita menjadikannya ada, :)

04 Juli 2011

( Re-post Kembali kepadamu. :) )

Aku selalu berdoa agar kita selalu bertumbuh bersama.
Berubah bersama.
Karena cukup ingkar jika kita tidak akan berubah.
Tentu, hati kita, sayang kita, jumlahnya akan bertambah terus menerus, bukankah itu berubah sayang.
Ini juga bukan menambah daftar mimpi mimpi kita yang belum terwujud, tapi semacam doa lagi, agar kita selalu kuat di pagari sabar.
Mencoba untuk tidak menjadikan rindu sebagai penyakit, karena, rindu seperti punya jiwa yang berbeda.
Kita bersama pun kerap rindu merasuki.
Jangan perpanjang bagaimana jika?
Aku sudah mahir menangis untuk mengingat itu. :(
Hei jagoanku.
Jangan kwatir ya. Kita selalu bisa jika bersama dan percaya.
:)