Pages

22 Oktober 2016

Akhirnya Curhat

sudah berapa lama facebook tidak bertuliskan status,
kali ini hidup saya memang otomatis menjadi privasi.
Setiap harinya saya selalu membuka beranda facebook, twitter, path, dan sosmed lainnya.
sekedar ikut berbahagia atas kebagian teman, sahabat, kesukaan, dan juga kenalan lainnya.
tentu sekaligus simpati, empati, haru, tidak suka bahkan tidak jarang iri, dan kecewa dengan apa yang saya temukan disana.
kali ini saya menggiring hidup untuk saya nikmati sendiri saja dengan kenyataan kenyataan yang ada.

saya tak perlu kembali ke 3 atau 4 tahun yang lalu, yang bahkan status saya melebihi porsi makan sehari.
Setidaknya sekarang hobby saya yang lain bermunculan di dunia nyata.
tentulah bukan memasak atau latihan koor seperti prediksi beberapa sahabat karena saya sangat sangat aktif di perkumpulan ibu ibu. :)

tulisan ini saya tuju kepada sahabat sahabat saya yang sangat saya rindu dimana media sosial telah mempertemukan kita.
dimana kita bisa menjadi ada ketika viral dunia maya menjadi sarana yang sangat positif bagi pertumbuhan hidup saya pribadi.
saya sebagai tukang rindu yang akan selalu merindu. :D

29 Juni 2016

Agar surat selasaku tidak punah. :)

Hi... Darlinga ... 
Selasa hari ini saya ingin sekali bersurat2.. kebiasaan yang hampir punah.
ya.. ya... pernikahan membawa kita pada titik yang sangat sangat aman.
kita, menjadi nyaman.
setelah saya pikir pikir. kita sama sekali tidak pernah mencoba membahagiakan satu sama lain.
aneh yaa..
iya.. kita memang begitu.
Cukup dengan mencoba membahagiakan diri sendiri, ternyata bahagia itu menjadi pancaran bahagia bersama kita.
tak perlu lagi mencari bahagia di diriku, dan juga sebaliknya.
bahagia itu memang sesederhana itu, melihat cermin kita selalu bersinar.
dan begitulah kita.

Sebenarnya air mata juga tak jarang berguyuran.
menyadari hidup kita bukan hanya untuk kita berdua saja, ada lapisan lapisan sosial di dalamnya.
ada lingkungan yang membatasinya.kadang saya sering berpikir, maunya kita jangan disini aja.
tapi aliran yang harus kita lalui masih disini.
saya tidak tau apa memang sulit mengusahannya.
atau memang kita suka begini. saya masih belum berjumpa waktu yang menjawabnya.

darlinga, setiap malam doa kita yang melulu itu juga membuat hatiku kadang kadang remuk.
memang baik kita tidak mempunyai mesin waktu, agar sabar, dan iklas ini lulus uji.
tu kan, mata saya berair lagi.
oke oke.
cukup.

saya akan kirim ini segera.
agar setelah bangun siang, kamu bisa membacanya. '
dan kemudian berlari kepadaku, sambil membawa makanan berbuka.
:) 



Semoga banyak sejarah yang akan kita lukis. :*

dengan cinta yang mega


Istrimu, ibu dari anak2 kita. :)


19 Maret 2016

dan.....

Saat saat yang paling tepat untuk mengabadikan semuanya cerita itu adalah sekarang, tepatnya 2 tahun terakhir. Kenapa tidak? jaringan bebas, ruang cukup, tapi... selalu ada cela dan alasan yang harus aku buat buat agar bisa bertanggung jawab dengan blog ini. :)

Sesungguhnya saya tidak bohong, kalau 2 tahun terakhir adalah masa bahagia yang permanen dengan musuh yang masih sama ya itu "diri sendiri". Tentulah... Sebagai pemimpi kelas berat harus iklas dan bersyukur dengan hidup apa adanya yang saya selami sekarang.

Emosi naik turun yang sama, karena tempat yang saya kunjungi adalah sesuai jadwal maka dinamikanya juga bergelombang stabil. tanpa harus berjumpa orang orang baru, ataupun hal hal baru.
Jenuh sangat pasti. saya menjadi biasa sekali dengan kehidupan yang begini. Menjadi terobsesi dengan pagi.
kenapa tidak. hal yang saya harusnya wujudkan, berbanding terbalik dengan yg terjadi sekarang.
saya harus berlatih bersahabat dengan waktu, dengan nama samaran " bangun pagi"

Ketawa ini juga masih sama. bahagia yang tulus di depan semua orang juga masih sama suhunya.
oke.

untuk tahun 2016 yang penuh goncangan ini.
saya sedikit berbagi poto saja. :)








semua gambar terjadi bulan 2 di tahun 2016. tertanggal 11 - 14 dengan anak2 di sekolah .