Pages

22 Maret 2011

Perempuan pencemburu.

Waktu memberi ruang seperti kotak padaku saat ini.
Aku, berada di kotak, dengan pandangan penuh batas sisi-sisi.
Aku terbatas, aku terkurung.

Tidak semua bisa memahami warna tubuhku.
Apalagi, jika aku mendengar namamu di sebut orang lain. Bukan. Perempuan lain.

Tiba tiba, kotak itu berubah menjadi Bulat. Bola, aku pun, berdiri diatasnya, kau paham, aku sudah mengerti dengan tanpa batasnya pandanganku.

Ada tanya yang lebih membunuh lagi.
Dia seperti setan, di bebasnya ruang tanpa batas ini.

"Bagaimana jika lelakimu selingkuh dengan maut? Kau pilih mana jika dia selingkuh dengan perempuan disebelahmu?"

apa-apaan ini.
harusnya aku hanya berfikir, jika aku berada dalam kotak, itu pertanda, aku juga sama dengan mereka. 
Sama dengan kebanyakan perempuan lainnya.

Dan ternyata. Aku tidak harus begitu menuju bumi kita.
Aku harus pulang, sesuai hatiku saja yang menuntun. Karena mata buta.
Barangkali, suatu saat nanti, kau masih akan mendengar keluhan yang serupa.

Aku menduga.

0 comments: